Kelangkaan BBM Solar di Medan dan Sekitarnya Sejak 8 Januari 2026 Diduga Akibat Penyesuaian Kuota oleh SBM Medan
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- visibility 123

Medan-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar mulai dirasakan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya sejak tanggal 8 Januari 2026. Kondisi ini menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU, mengganggu aktivitas transportasi, logistik, pelaku UMKM, serta sektor-sektor vital lainnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik yang dilaporkan mengalami kekosongan stok Solar antara lain SPBU di kawasan Terminal Pinang Baris, Terminal Amplas,Brigjend katamso,menteng serta wilayah Nelayan Belawan. Di lokasi-lokasi tersebut, kendaraan angkutan umum, truk logistik, dan nelayan terpaksa menghentikan aktivitas karena tidak mendapatkan pasokan BBM.
Berdasarkan informasi yang kami terima, kelangkaan ini diduga kuat terjadi akibat adanya penyesuaian kuota penyaluran Solar yang dilakukan oleh SBM Medan. Penyesuaian tersebut berdampak langsung pada menurunnya pasokan ke SPBU-SPBU di wilayah Medan dan sekitarnya, tanpa adanya sosialisasi yang memadai kepada publik.
Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan terbuka atas kebijakan ini. Oleh karena itu, kami mendesak pihak PT Pertamina Patra Niaga, khususnya jajaran manajemen wilayah Medan, untuk segera memberikan klarifikasi resmi dan transparan mengenai:
1. Alasan dilakukannya penyesuaian kuota Solar
2. Dasar kebijakan tersebut
3. Dampak yang telah ditimbulkan
4. Skema pemulihan pasokan
5. Estimasi waktu normalisasi distribusi
Kami menilai bahwa setiap kebijakan distribusi energi harus mengedepankan kepentingan publik. Solar merupakan kebutuhan vital bagi sektor transportasi, pangan, dan logistik. Gangguan pasokan, sekecil apa pun, akan berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Kami juga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan audit internal terhadap sistem penyaluran BBM di wilayah Medan guna memastikan tidak adanya kebijakan sepihak yang merugikan masyarakat.
Apabila tidak ada kejelasan dan perbaikan nyata dalam waktu dekat, kami akan mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi agar mendapatkan perhatian serius dari otoritas terkait.(Dian)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar