Breaking News
light_mode
Trending Tags

Program MBG (Makan Bergizi Gratis) Membuat “Rakyat Menjerit”

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
  • visibility 312

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Kabinet Merah Putih menimbulkan pro dan kontra, baik di kalangan menengah atas maupun menengah bawah. Mari kita uraikan satu per satu sisi positif dan negatif yang terjadi saat ini.

Salah satu dampak positif program ini adalah terbukanya lapangan pekerjaan di tengah tingginya angka pengangguran. Satu dapur MBG mempekerjakan sekitar 47 hingga 60 tenaga kerja, terutama untuk kapasitas layanan 3.000 porsi per hari. Tenaga kerja tersebut terdiri atas staf inti (kepala dapur, ahli gizi, akuntan) serta warga lokal (juru masak, bagian logistik, dan pengemudi).

Data terbaru per Februari 2026 menunjukkan sekitar 22.000 dapur telah beroperasi, yang diperkirakan menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja. Meski demikian, angka ini bervariasi tergantung laporan bulanan, dengan beberapa data menyebutkan kisaran 17.000 hingga 19.000 dapur pada akhir 2025.

Berdasarkan data awal 2026, program MBG diproyeksikan memproduksi sekitar 59,8 juta porsi per hari melalui 21.102 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Target cakupan terus diperluas hingga menjangkau 82 juta penerima manfaat.

Jika program ini diserahkan kepada setiap ibu rumah tangga, maka dengan asumsi Rp15.000 per porsi selama 26 hari, setiap anak akan menerima manfaat senilai Rp360.000 per bulan. Jumlah tersebut tentu dapat meringankan beban belanja keluarga sekaligus menjamin asupan gizi anak.

Program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, mengatasi kelaparan akut dan kronis, serta meningkatkan pertumbuhan berat badan rata-rata 0,37 kg per tahun dan tinggi badan 0,54 cm per tahun. Selain itu, program ini ditargetkan meningkatkan partisipasi siswa hingga 10% dan menambah rata-rata kehadiran siswa 4–7 hari per tahun.

MBG juga dinilai membantu orang tua karena mengurangi beban ekonomi, menghemat waktu dan tenaga dalam menyiapkan bekal, serta menjamin asupan gizi anak secara teratur.
Sisi Negatif dan Polemik
Di sisi lain, program ini dinilai lebih menguntungkan kalangan tertentu yang memiliki modal besar untuk membuka dapur MBG.

Disebutkan bahwa banyak pengelola dapur berasal dari kalangan partai politik, keluarga pejabat, serta institusi seperti Polri dan TNI.

Keuntungan dari satu dapur MBG disebut dapat mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang pemerataan dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam sila kelima Pancasila: “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Selain itu, program ini dinilai lebih menguntungkan pemasok dan distributor besar yang memiliki legalitas usaha lengkap (PT/CV/Koperasi, NIB, NPWP), sertifikasi keamanan pangan (halal, BPOM, atau SLHS), serta kapasitas pasok dalam volume besar. Kondisi ini dinilai menyulitkan UMKM, pedagang pasar tradisional, dan toko kelontong untuk ikut terlibat dalam rantai pasok.

Beberapa pedagang ayam potong mengeluhkan keterbatasan pasokan dan kenaikan harga. Ayam yang sebelumnya berkisar Rp28.000–Rp32.000 per kilogram naik menjadi Rp38.000–Rp45.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain, seperti telur (naik sekitar 42,5%), susu (dari Rp90.000 menjadi Rp115.000 per dus), serta berbagai bahan pokok lainnya.

Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan, kenaikan harga bahan pokok justru menambah beban. Jika satu anak mendapat makan siang gratis di sekolah, sementara tiga anggota keluarga lainnya di rumah harus membeli bahan baku yang semakin mahal, maka dampaknya terasa berat bagi ekonomi keluarga.

Program MBG juga dilaporkan menyebabkan ribuan kasus keracunan sepanjang 2025, dengan angka lebih dari 11.000 kasus hingga Oktober. Penyebab utama diduga akibat kontaminasi bakteri (seperti E. coli dan Salmonella), makanan basi karena keterlambatan distribusi, serta lemahnya pengawasan sanitasi dan rantai pasok di dapur SPPG. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan dan jaminan keamanan pangan.

Sebagai solusi, program MBG diusulkan untuk diserahkan langsung kepada orang tua. Pemerintah dapat menetapkan menu dan jadwal konsumsi yang harus diterapkan setiap hari. Jika orang tua tidak menjalankan ketentuan tersebut, maka pengelolaan dapat dialihkan kepada kantin sekolah.

Dengan demikian, manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung—dari rakyat untuk rakyat—bukan hanya untuk kalangan tertentu.

Penulis:
Muhammad Ronny Suherza, S.Sos
Pemilik UMKM

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Regional 1 Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

    Pelindo Regional 1 Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BELAWAN – alaminews.com | PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Belawan dan sekitarnya, sekaligus menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, Selasa (16/6/2026). Momentum pergantian Tahun Baru Islam tersebut dirayakan secara meriah melalui rangkaian kegiatan yang diinisiasi […]

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    BNCT Terima Kunjungan SITC, Perkuat Potensi Kerja Sama Layanan Pelayaran Regional Belawan – alaminews.com | PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan dari SITC pada 29 April 2026 dalam rangka penjajakan kerja sama serta penguatan layanan pelayaran di wilayah Belawan. Kunjungan yang dihadiri oleh jajaran manajemen SITC, termasuk perwakilan dari Malaysia dan tim komersial […]

  • Respons Maraknya Disinformasi, IMM FISIP UMSU Dukung Program Literasi Digital Nasional

    Respons Maraknya Disinformasi, IMM FISIP UMSU Dukung Program Literasi Digital Nasional

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FISIP UMSU) menegaskan komitmennya dalam mendukung program literasi digital yang diinisiasi oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Dukungan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Ketua Umum PK […]

  • DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo

    DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

      Medan ,AN– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Utara meminta penanganan medis terhadap puluhan siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dilakukan secara cepat dan tepat. Keselamatan para siswa harus menjadi prioritas utama, sementara penyebab kejadian tetap perlu ditelusuri secara menyeluruh. Sekitar […]

  • Miliaran Rupiah Diselamatkan: Operasi Terpadu Sikat Ballpress di Perairan Sumut

    Miliaran Rupiah Diselamatkan: Operasi Terpadu Sikat Ballpress di Perairan Sumut

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Belawan – alaminews.com | Tim gabungan yang terdiri dari Fleet Quick Response Team (FQRT) Lanal Tanjung Balai Asahan (TBA), Den Intel Kodaeral I, Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Bea Cukai Kuala Tanjung, serta Gugus Tugas Operasi Terpadu Jaring Sriwijaya 2026 berhasil menggagalkan dugaan penyelundupan barang ilegal di wilayah perairan Sumatera Utara. Operasi yang berlangsung […]

  • Gotong Royong di Ujung Dermaga, Sambut HUT TNI Ke-81 Dengan Laut Bersih 

    Gotong Royong di Ujung Dermaga, Sambut HUT TNI Ke-81 Dengan Laut Bersih 

    • calendar_month Sab, 3 Okt 2026
    • account_circle LP Sitinjak
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Belawan – alaminews.com | Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, semangat kebersamaan terlihat ketika prajurit dan PNS Kodaeral I bersama masyarakat Kecamatan Medan Belawan serta jajaran Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bahu-membahu melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan perairan Dermaga Kodaeral I, Belawan, Sumatera Utara. Sabtu (03/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi […]

expand_less Back to top